Longsor Robohkan Kamar Mandi SMP di Brebes, Bangunan Terseret ke Sungai
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang tinggal di kawasan perbukitan dan bantaran sungai.
BREBES – Tanah longsor merobohkan bangunan kamar mandi SMP 3 Muhammadiyah Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Minggu pagi (8/3/2026) sekitar pukul 08.20 WIB. Detik-detik ambruknya bangunan itu bahkan sempat terekam video warga dan beredar luas di media sosial. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, tanah di lereng belakang sekolah mulai bergerak perlahan. Material tanah kemudian meluncur turun dan menekan bangunan kamar mandi yang berada tepat di bawahnya. Retakan pada dinding bangunan mulai terlihat, sebelum akhirnya bangunan itu roboh satu per satu dan terseret bersama material longsor ke aliran Sungai Longkrang di bawah lokasi.
Suara gemuruh tanah yang meluncur disertai runtuhnya bangunan sempat membuat warga sekitar panik. Beberapa warga bergegas keluar rumah untuk memastikan kondisi sekitar. Ada pula yang memilih menjauh dari area sekolah karena khawatir terjadi longsor susulan.
Salah seorang warga, Sutrisno (48), mengaku sempat mendengar suara aneh sebelum bangunan itu roboh. Rumahnya berada tidak jauh dari lokasi sekolah.
“Awalnya seperti suara tanah bergeser. Lama-lama makin keras, seperti ada yang runtuh. Tidak lama kemudian terdengar suara bangunan roboh,” ujarnya.
Warga lainnya, Siti Aminah (42), juga menyaksikan langsung pergerakan tanah di belakang sekolah. Menurutnya, tanah perlahan turun sebelum akhirnya bangunan kamar mandi tidak mampu menahan tekanan dan ambruk.
Longsor tersebut diduga dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Brebes selatan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tanah yang jenuh air membuat lereng menjadi labil hingga akhirnya ambrol.
Selain merusak fasilitas sekolah, longsor juga berdampak pada akses jalan di sekitar lokasi. Ruas jalan kabupaten penghubung Langkap–Cilibur ikut terbawa longsor sehingga tidak bisa dilalui kendaraan. Akibatnya, jalur tersebut sementara waktu terputus total.
Petugas Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Brebes Pos Bumiayu memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun kerugian materiil diperkirakan cukup besar.
Akses jalan Kabupaten Cilibur–Langkap terbawa longsor, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan. Saat ini petugas masih melakukan pendataan dan memantau kemungkinan longsor susulan.
SMP 3 Muhammadiyah Cilibur merupakan sekolah swasta dengan 119 siswa dan 10 guru. Beruntung, saat kejadian berlangsung tidak ada aktivitas belajar mengajar karena bertepatan dengan hari libur.
Hingga Minggu siang, petugas BPBD bersama pemerintah Desa Cilibur dan relawan masih berada di lokasi untuk melakukan pemantauan. Warga yang biasa melintas di jalur Langkap–Cilibur diminta mencari rute alternatif hingga penanganan dilakukan oleh dinas terkait.
Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang tinggal di kawasan perbukitan dan bantaran sungai. Pasalnya, cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Brebes selatan dalam beberapa hari ke depan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



